![]() |
| Foto by Egi Kurniawan |
Buku
adalah jendela dunia, buku adalah jendela ilmu, dan buku adalah guru yang tidak
pernah marah itulah yang sering kita dengar tentang buku. Pria bernama Wagino
adalah penjual buku di Jalan Dipati Ukur Bandung, laki-laki paruh baya ini
merasa merdeka jika ia bisa membuat bisnis sendiri yang tidak lain adalah menjual
buku.
Walau
lapaknya berada di zona merah atau tepat di badan jalan ia tetap melanjutkannya
hingga saat ini. Ia mengaku pernah didatangi oleh “Preman, SATPOL PP bahkan
Polisi, meski begitu saya tidak masalah karena mereka juga tampaknya sama-sama
segan dikarenakan keadaan rambut yang sama-sama memutih. Pungkasnya”
Bisnis
buku awalnya dari tahun 1984, menurut peria lulusan S1 di salah satu
Universitas di Bandung ini karena ia tertarik untuk minat baca. “Waktu kuliah
saya tidak mampu beli buku tiba-tiba
teman satu kelas pesan buku sama saya, ternyata dari situ saya mendapat
keuntungan sekitar 5%, lama kelamaan saya suka bisnis buku dan lanjut sampai
sekarang. Menurutnya buku yang laris berhubungan dengan Akuntansi, Hukum,
Satra, Manajemen, dan Agama.
Kini
pak Wagino telah mempunyai tiga cabang toko, yang pertama di Jalan dipati Ukur
kedua di Salman ITB dan yang ke tiga di UNPAD Djatinangor. Keuntungan buku yang
ia jual 5%, 10%, 30%, 100%, bahkan 600% seperti buku Bibawah Naungan Bendera
Revolusi yang pernah ia jual kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (AHER).
Pria
asal Banyumas ini akan tetap melanjutkan bisnisnya di bidang buku selagi
masyarakat membutuhkannya, bahkan ia juga berjualan online yang dibantu dengan
anak kandungnya. Keunikannya ia tidak hanya berjualan tetapi ia juga memberikan
penjelasan dan pemahaman tertentu kepada konsumen yang datang.







0 komentar:
Posting Komentar