Jumat, 09 Juni 2017

Tak Gentar Dengan Era Digital

Foto by Egi Kurniawan
Buku adalah jendela dunia, buku adalah jendela ilmu, dan buku adalah guru yang tidak pernah marah itulah yang sering kita dengar tentang buku. Pria bernama Wagino adalah penjual buku di Jalan Dipati Ukur Bandung, laki-laki paruh baya ini merasa merdeka jika ia bisa membuat bisnis sendiri yang tidak lain adalah menjual buku.
Walau lapaknya berada di zona merah atau tepat di badan jalan ia tetap melanjutkannya hingga saat ini. Ia mengaku pernah didatangi oleh “Preman, SATPOL PP bahkan Polisi, meski begitu saya tidak masalah karena mereka juga tampaknya sama-sama segan dikarenakan keadaan rambut yang sama-sama memutih. Pungkasnya”
Bisnis buku awalnya dari tahun 1984, menurut peria lulusan S1 di salah satu Universitas di Bandung ini karena ia tertarik untuk minat baca. “Waktu kuliah saya tidak mampu beli buku  tiba-tiba teman satu kelas pesan buku sama saya, ternyata dari situ saya mendapat keuntungan sekitar 5%, lama kelamaan saya suka bisnis buku dan lanjut sampai sekarang. Menurutnya buku yang laris berhubungan dengan Akuntansi, Hukum, Satra, Manajemen, dan Agama.
Kini pak Wagino telah mempunyai tiga cabang toko, yang pertama di Jalan dipati Ukur kedua di Salman ITB dan yang ke tiga di UNPAD Djatinangor. Keuntungan buku yang ia jual 5%, 10%, 30%, 100%, bahkan 600% seperti buku Bibawah Naungan Bendera Revolusi yang pernah ia jual kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (AHER).

Pria asal Banyumas ini akan tetap melanjutkan bisnisnya di bidang buku selagi masyarakat membutuhkannya, bahkan ia juga berjualan online yang dibantu dengan anak kandungnya. Keunikannya ia tidak hanya berjualan tetapi ia juga memberikan penjelasan dan pemahaman tertentu kepada konsumen yang datang.

0 komentar: