Kisah ini adalah True Story (Kisah Nyata) "sebut saja saya bernama Egi Kurniawan dan ternyata memang nama saya Egi Kurniawan". Hehee
Waktu itu saya baru lulus SMP dan hendak melanjutkan keSekolah Menengah Kejuruan (SMK), desa saya waktu itu adalah desa yang begitu terpencil tapi benar-benar menyenangkan karena saya banyak mendapat pengalaman dan berbaur bersama masyarakat. Lalu saya memutuskan untuk sekolah ke salahsatu SMK di Kabupaten Kota Panyabungan Mandailing Natal dan itu benar-benar tidak terfikir mengapa saya bisa berniat sekekolah di SMK tersebut, saya mengira bahwa sekolah itu menggunakan bahsa Indonesia atau bahasa Jawa karena dilingkungan tersebut banyak warga bersuku Jawa, "ternyata saya salah". Waktu pendaftaran telah tiba, saya datang bersama teman saya menggunakan motor gede, ya wajar dulu motor Vixion masih termasuk jarang. saya mendaftar dan mengikuti ujian test dan alhamdulilah saya dinyatakan lulus test. lalu saya memutuskan tinnggal dirumah kost bersama teman-teman dari daerah yang hampir sama.
Singkat cerita,
Awal saya masuk kesekolah saya mempunyai teman bernama Iruel yang berasal dari daerah medan, saat itu ia memang kriteria teman yang saya inginkan, jadi pada suatu pagi masih jam sekolah dan belum ada yang mulai proses belajar mengajar karena kami adalah siswa-siswi baru tahun 2011, kami berada diluar tepatnya duduk di samping toilet dan hanya berdua, tiba-tiba kami melihat segerombolan anak baru juga duduk di belakang kami, kelihatan muka mereka sangar dan kami berusaha melirik-lirik mereka karena kami merasa mereka adalah geng keributan di SMK kami, mereka adalah geng pembuat masalah dari jurusan Pemasaran yaitu "RIKI YAKUB Nasution sebagai ketua", AKMAL, RIZAL dan yang lainnya kurang lebih 45 siswa jurusan Pemasaran adalah geng pembuat masalah, mereka berasal dari suku yang sama yaitu suku mandailing lebih kasarnya disebut suku batak. kami tetap melirik-lirik kearah mereka "karena mereka berada di belakang kami tenyata mereka merasa bahwa kami adalah musuh mereka, awalnya mereka mengeluarkan kata-kata propokatif yang kami tidak pahami.
Karena saya dan teman saya Irul tidak paham dengan bahasa yang mereka gunakan, kami tetap santai dan tetap berada dalam posisi jongkok sambil menceritakan mereka di smping toilet. "Tidak lama kami mengobrol dan berbisik-bisik mungkin mereka sedikit mencurigai kami berdua, bahwa kami sedang membicarakan mereka, ya memang benar nyatanya kami membicarakan mereka." Alasannya ketua geng mereka yaitu Riki Yakub pernah berkelahi dengan siswa baru juga, dan ia memukul lawan menggunakan helm miliknya lalu lawannya dikeroyok bersama teman-temannya, tapi untung si lawan yang bernama Fikri dari jurusan Akuntansi sama dengan jurusan saya berseragam merah dapat diredakan amarahnya. Notabenenya si Fikri adalah siswa baru yang ngekost di daerah aek galoga dan belum mempunyai banyak teman.
Ok, kembali lagi ke topik cerita,
Kemudian salah seorang dari geng Riki mengambil batu dan melemparkan kearah kami sambil membentak dengan nada yang tinggi, tetapi kami tetap tidak memahami bahasa mereka sehingga kami tetap diam, selain itu juga kami merasa terkucilkan karena saya dan teman saya Irul tidak mengerti bahasa mandailing, ternyata bahasa itu adalah bahasa mayoitas yang digunakan di daerah mandailing natal. Alasan saya diam karena memang saya agak sedikit khawatir dengan lawan kami yaitu gerombolan geng jurusan pemasaran yang selalu membuat keributan dan menggunakan segala alat untuk melukai lawan.
Lanjut!
Saya dan teman saya Irul memutuskan mengalah dan memang agak khawatir jika terjadi keributan pada pagi itu. cerita ini belum selesai!
Waktu itu saya baru lulus SMP dan hendak melanjutkan keSekolah Menengah Kejuruan (SMK), desa saya waktu itu adalah desa yang begitu terpencil tapi benar-benar menyenangkan karena saya banyak mendapat pengalaman dan berbaur bersama masyarakat. Lalu saya memutuskan untuk sekolah ke salahsatu SMK di Kabupaten Kota Panyabungan Mandailing Natal dan itu benar-benar tidak terfikir mengapa saya bisa berniat sekekolah di SMK tersebut, saya mengira bahwa sekolah itu menggunakan bahsa Indonesia atau bahasa Jawa karena dilingkungan tersebut banyak warga bersuku Jawa, "ternyata saya salah". Waktu pendaftaran telah tiba, saya datang bersama teman saya menggunakan motor gede, ya wajar dulu motor Vixion masih termasuk jarang. saya mendaftar dan mengikuti ujian test dan alhamdulilah saya dinyatakan lulus test. lalu saya memutuskan tinnggal dirumah kost bersama teman-teman dari daerah yang hampir sama.
Singkat cerita,
Awal saya masuk kesekolah saya mempunyai teman bernama Iruel yang berasal dari daerah medan, saat itu ia memang kriteria teman yang saya inginkan, jadi pada suatu pagi masih jam sekolah dan belum ada yang mulai proses belajar mengajar karena kami adalah siswa-siswi baru tahun 2011, kami berada diluar tepatnya duduk di samping toilet dan hanya berdua, tiba-tiba kami melihat segerombolan anak baru juga duduk di belakang kami, kelihatan muka mereka sangar dan kami berusaha melirik-lirik mereka karena kami merasa mereka adalah geng keributan di SMK kami, mereka adalah geng pembuat masalah dari jurusan Pemasaran yaitu "RIKI YAKUB Nasution sebagai ketua", AKMAL, RIZAL dan yang lainnya kurang lebih 45 siswa jurusan Pemasaran adalah geng pembuat masalah, mereka berasal dari suku yang sama yaitu suku mandailing lebih kasarnya disebut suku batak. kami tetap melirik-lirik kearah mereka "karena mereka berada di belakang kami tenyata mereka merasa bahwa kami adalah musuh mereka, awalnya mereka mengeluarkan kata-kata propokatif yang kami tidak pahami.
Karena saya dan teman saya Irul tidak paham dengan bahasa yang mereka gunakan, kami tetap santai dan tetap berada dalam posisi jongkok sambil menceritakan mereka di smping toilet. "Tidak lama kami mengobrol dan berbisik-bisik mungkin mereka sedikit mencurigai kami berdua, bahwa kami sedang membicarakan mereka, ya memang benar nyatanya kami membicarakan mereka." Alasannya ketua geng mereka yaitu Riki Yakub pernah berkelahi dengan siswa baru juga, dan ia memukul lawan menggunakan helm miliknya lalu lawannya dikeroyok bersama teman-temannya, tapi untung si lawan yang bernama Fikri dari jurusan Akuntansi sama dengan jurusan saya berseragam merah dapat diredakan amarahnya. Notabenenya si Fikri adalah siswa baru yang ngekost di daerah aek galoga dan belum mempunyai banyak teman.
Ok, kembali lagi ke topik cerita,
Kemudian salah seorang dari geng Riki mengambil batu dan melemparkan kearah kami sambil membentak dengan nada yang tinggi, tetapi kami tetap tidak memahami bahasa mereka sehingga kami tetap diam, selain itu juga kami merasa terkucilkan karena saya dan teman saya Irul tidak mengerti bahasa mandailing, ternyata bahasa itu adalah bahasa mayoitas yang digunakan di daerah mandailing natal. Alasan saya diam karena memang saya agak sedikit khawatir dengan lawan kami yaitu gerombolan geng jurusan pemasaran yang selalu membuat keributan dan menggunakan segala alat untuk melukai lawan.
Lanjut!
Saya dan teman saya Irul memutuskan mengalah dan memang agak khawatir jika terjadi keributan pada pagi itu. cerita ini belum selesai!
![]() |
| https://www.facebook.com/ricky.max.148?fref=photo |
![]() |
| https://www.facebook.com/egoylo |
![]() |
| https://www.facebook.com/khairul.fairuz.31?fref=ts |









0 komentar:
Posting Komentar